Untuk Cetak Wirausaha Muda Kadin Bali Siap Gandeng Kampus

Denpasar, Bali – Kamar Dagang dan Industri Provinsi Bali menyatakan siap menggandeng perguruan tinggi di daerah setempat untuk mencetak wirausaha muda agar jumlahnya lebih ideal.

“Bali masih kurang 300 ribu pengusaha lagi, karena idealnya 12-15 persen dari total populasi,” kata Ketua Kadin Provinsi Bali AA Ngurah Alit Wiraputra, di Denpasar, Rabu.

Ia mengungkapkan, jumlah wirausaha di Bali masih jauh dari angka ideal, yakni baru 7,8 persen atau kisaran 300 ribu dari total 4,2 juta penduduk Pulau Dewata. Idealnya jumlah wirausaha 12-15 persen atau mencapai 600 ribuan orang.

“Jika jumlah wirausaha tidak segera digenjot, maka perekonomian Bali tidak akan tumbuh signifikan dan kami prihatin peluang-peluang usaha di Bali bakal diambil oleh orang luar. Mahasiswa adalah sasaran paling strategis untuk ‘dicuci otak’ nya sebagai wirausaha, selain siswa SMA/SMK,” ucapnya.

Wiraputra menambahkan, antara Lembaga Layanan Perguruan Tinggi dengan Kadin memiliki tujuan yang sama, yakni mencetak mahasiswa wirausaha.

Ia menyentil mental mahasiswa yang masih berorientasi menjadi karyawan atau pegawai negeri sipil setelah lulus dari bangku kuliah. “Sudah tidak zamannya mahasiswa berorientasi mencari kerja atau PNS. Tolong tinggalkan mental begitu,”katanya.

Wiraputra ingin Bali mencontoh negara Singapura yang jumlah wirausahanya mencapai 18-20 persen dari total populasi sehingga terbukti Singapura menjadi negara maju dan makmur.

“Salah satu cara termudah bagi warga Bali yang saat ini berstatus pelajar, karyawan dan PNS harus keluar daro zona nyaman, lalu bekerja keras, ulet, jujur dan berintegritas,” ujarnya.

Menjadi wirausaha hingga mencapai level aman diakuinya memang tidak mudah. Perlu kesabaran, kecerdasan dan jaringan yang luas. “Saya buktikan sendiri, 10 tahun pertama saya menjadi pengusaha sangat susah. Mulai tahun ke-11, saya merasakan kenikmatan yang sangat luar biasa,” ucapnya.

Pihaknya mempersilakan siapa saja yang ingin berbagi ilmu kewirausahaan ke Kadin, karena Bali masih menyimpan segudang potensi usaha, seperti membuka sarana pendukung wisata di daerah destinasi pariwisata, UMKM, serta sektor ekspor. (Ant)